Cinta Antara Penjaga Lilin Dan Babi Ngepet

RUJUKANNEWS. COM – Sayang Jaga Lilinnya,Agar Tetap Menyala, Abang Berangkat kerja Untuk Mencari Nafkah,Agar Dapur Tetap Menyala, Sayang Tiup Lilinnya,

Merasa Gatal padahal tidak gatal, binatang jadi-jadian itu terus menggosok-gosokkan badannya di dinding sebuah rumah juga ke bagian pintunya.

Mulutnya sedari awal menjuntai seperti mengendus. Dengan menakjubkan semua harta benda yang berharga di dalam rumah itu pun seperti debu-debu yang dihisap mesin penyedot, habis tiada sisa berpindah ke dalam jubah hitamnya.

Seperti itu sepenggal adegan yang konon berasal dari legenda atau mitos di masyarakat tentang bagaimana pesugihan Babi Ngepet melakukan aksi-aksinya.

Legenda pesugihan diingatan masyarakat terus diuji keotentikannya seiring pesatnya moderenitas yang membawa alam materialistik. Dibenak masyarakat, Babi Ngepet hanya satu bentuk dari sekian pesugihan. Masih ada Kolor atau Buto Ijo, Tuyul, Monyet, Kura-kura, ritual Nyi Blorong sampai ritual sex didinginnya puncak pegunungan, itu pun kata orang-orang yang tidak wajib dibuktikan.

Dalam konsep ngepet yang metafisik itu, sang aktor sudah siap dengan segala resiko perjuangan sebagai bentuk ikhtiarnya. Menurut pakar bahasa, ikhtiar diartikan sebagai kekuatan untuk memilih (power of choice) sesuatu yang perlu dia lakukan atau tidak. Sehingga dalam free will itu ia bebas menggunakan segala sesuatu dalam mencapai tujuan.

Jika ngepet telah menjadi ikhtiar, awal bangunan ikrar kesetiaan kepada makhluk penggoda itu dilantunkan, sebagai pembujuk manusia dengan iming-iming kebahagiaan serta kemasyhuran. Pesugihan adalah metoda untuk kaya dalam sekejab, mencapai karir gemilang menjelma figur terpandang.

Namun dibalik itu semua terdapat pengorbanan nyawa yang mereka sebut sebagai tumbal kejayaan. Mengatasi desakan modernitas yang syarat materialistis memicu siapa pun mengambil ikhtiar serupa itu.

Masyarakat untuk sebagian mempercayai kemampuan pesugihan itu diperoleh dengan cara transaksi melalui agreement bersama makhluk halus yang dipandu seorang juru kunci, mediator merangkap fasilitator.

Prosedur itu katanya serupa dengan pesugian lainnya. Dari cerita yang beredar, modus operandi sang Babi Ngepet dalam mengeruk kekayaan korbannya tidak dapat dilakukan dari jarak jauh, tidak seperti perbincangan ditelepon genggam atau tindakan kriminal berbasis teknologi informasi semisal e-banking maupun peluru kendali jarak jauh.

Tetapi siluman babi harus mendekat agar dapat langsung ngepet di kediaman calon korbannya. Cara ini bisa disebut tradisional metafisik yang high tech. Karena tidak melibatkan banyak tim maupun sindikat yang dapat ditangkap seperti kriminal moderen.

Babi Ngepet harus menembus ring satu sebuah rumah lalu menyapu isinya dengan menggesek-gesekkan tubuhnya seperti kartu kredit. Tanpa cara itu tidak bisa disebut aksi ngepet.

Sebenarnya tidak hanya babi yang dapat melakukan aksi ngepet, semua hewan sesungguhnya ngepet. Kata “Ngepet” berasal dari kata “Kepet” yang berarti tidak pernah cebok usai buang air besar (BAB). Jadi ngepet adalah sebuah kondisi.

Adakah binatang yang tidak kepet? bebek ngepet, ayam ngepet, kucing ngepet, sapi ngepet dan semua hewan di bonbin bisa dipastikan ngepet. Meski semua hewan ditakdirkan ngepet tapi hanya hewan tertentu yang mampu menjilat sebagai penanda loyalitas pada sang majikan. Sialnya banyak majikan yang digigit anjingnya akibat terlambat memberinya makan.

Soal Babi Ngepet sendiri belum ada riset yang spesifik memberikan info yang melatar belakangi terjulukinya “Babi Ngepet”. Namun dalam konsep kosmologi, alam semesta merupakan satu kesepaduan yang tidak tercerai berai.

Ia selalu bersentuhan semisal air dengan sungainya, bintang dan langitnya, hutan dan tanahnya, bumi selain dengan atmosfernya, juga bumi senantiasa bersama gayanya. Sama saat seseorang dalam kondisi kepet, sisa kotoran itu melengket dan terus merekat di lubang anus dan sekitarnya yang kemudian memancing bakteri untuk terus mendekat hingga menambah aroma tidak sedap. Jadi jangan dibiarkan kotoran kepet seperti itu sempat mengering.

Kau dapat maksud dari tulisanku diatas? Sebabnya cinta!

Penulis : Wilda Izzatul Yazida

Cinta Antara Penjaga Lilin Dan Babi Ngepet 1

Loading...