Kondisi Kantor Desa Terlantar : Pelayanan Tidak Maksimal,Kades Altar Sibuk Keluar Daerah

RUJUKANNEWS.COM,JENEPONTO – Saat ini besar DD/ADD disetiap Desa mencapai Milyaran Rupiah pertahunnya, maka dari itu semua Kepala Desa wajib menggunakan untuk fasilitas Kantor,pelayanan, Pembangunan fisik dan lain lain yang berhubungan dengan kebutuhan masyarakat.

Beda halnya dilihat dari Kondisi Kantor Desa Allu Tarowang, Kecamatan Tarowang Kabupaten Jeneponto yang terlihat sangat memprihatinkan dan tidak terawat, kunci utama tempat pelayanan masyarakat Desa itu ialah Kantor Desa, dimana kantor Desa berfungsi untuk pelayanan pengurusan Surat-surat kebutuhan masyarakat.

Sehingga beberapa masyarakat setempat melihat kurangnya perhatian pemerintah desa terhadap pembangunan Gedung Kantor desa yang sudah digunakanya oleh Kepala Desa Turisno SE. selama dua periode hingga saat ini belum terlihat adanya pemeliharaan Kantor.

Baca Juga

Kondisi Kantor Desa Terlantar : Pelayanan Tidak Maksimal,Kades Altar Sibuk Keluar Daerah 1

Tidak hanya itu,selain bangunan kantor yang begitu miris dan memperihatinkan. Dari segi sisi pelayananpun juga dianggap begitu sangat menyusahkan masyarakat karena Perangkat desa jarang aktif untuk melakukan tugas dan kewajibanya dalam melakukan pelayanan bagi masyarakat.

Sehingga setiap masyarakat yang datang untuk mengurus keperluannya di kantor desa, itu merasa resah karena harus menunggu lama baru ada perangkat Desa yang datang.

Kadang ada salah satu yang datang itupun tidak membawa stempel atau prink sehingga warga di himbau untuk menunggu Sekertaris Desa, kadang juga di arahkan kerumah kepala desa.

Akan tetapi biasa juga Kepala Desa Altar jarang tinggal di rumah dengan kesibukannya di luar kota( makassar),Namun warga dengan keperluanya yang begitu penting sehingga rela menunggu Sekertaris Desa yang tidak lain Anak dari kepala desa Allu Tarowang’Sutrisno’ sendiri yang kebetulang diketahui tinggal di desa Bontocinde kecamatan Bissappu kabupaten bantaeng.

Selain pelayanan.Kantor yang lebih cocok disebut bangunan terlantar terlihat ‘menyedihkan’ dari luar dan dalam,begitupun dengan struktur perangkat desa yang jarang aktif sehingga dari segi pelayanan dianggap gagal dan sangat meresahkan masyarakat setempat padahal yang utama bagi warga adalah pelayanan.Ini terbukti ketika Jurnalist media RujukanNews.com, menyambangi kantor Desa Allu Tarowang Kecamatan Tarowang Kabupaten Jeneponto pada Senin (02/09/2019).

Beberapa jam kemudian ,Kasi Pelayanan “Mustari”tiba dikantor desa dengan sendirinya yang menurut warga di sekitaran kantor ‘mustari salah satu aparat desa yang kadang masuk kantor namun di anggap tdk bisa membantu warga dgn berbagai keperluan yang tidak lain membutuhkan prink dan juga stempel serta tandatangan dan itu tidak dimilikinya melainkan sekertaris Desa sendiri yang biasa membawa perlengkapan tersebut.

menurut keterangan kasi pelayanan Mustari Saya biasa hadir dikantor dan memang setiap harinya ada warga yang datang dengan berbagai keperluannya salah satunya buat surat pengantar untuk legalitas kependudukanya kediskud capil jeneponto,ada juga surat ijin kawin dll sebagainya’Namun saya merasa tidak bisa membantu warga dengan cepat untuk mengerjakan keperluannya dengan keterbatasan pasilitas yang dibutuhkan termasuk Stempel,prink yang di bawah oleh pak sekdes,sehingga saya cuman mengarahkan warga untk menunggu pak sekdes atau langsung ke Rumah kepala desa”. tuturnya.

Hal yang sama pula di ungkapkan salah seorang Masyarakat yang tinggal di sekitaran gedung kantor desa Allu tarowang yang enggang di sebut namanya juga begitu sangat perihatin dengan keadaan serta dinilai tidak signifikan, pasalnya selain pembangunan serta pelayanan yang di anggap gagal dan juga terkesan di paksakan dan tidak transparan.

“Di desa kami memang sudah biasa dengan hal seperti itu,mungkin salah satu alasan karna kurangnya SDM serta kesadaran masyarakat terhadap pengawasan dana desa,jadinya pemerintah desa dan para perangkatnya dilihat begitu santai dan bisa bertindak sewena-wena dan kurang memperhatikan pembangunan serta di duga melalaikan tugas dan topoksinya di dalam pelayanan”.Ujarnya.

Kondisi Kantor Desa Terlantar : Pelayanan Tidak Maksimal,Kades Altar Sibuk Keluar Daerah 2

Sementara itu, terlihat papan informasi Anggaran Pendapatan dan belanja desa Allu Tarowang Kecamatan Tarowang Kabupaten Jeneponto T.A 2018 yang terpampang di samping kantor desa dengan banyaknya Anggaran Alokasi Dana Desa (ADD ).Rp 860.089.540 dan Dana Desa (DD).Rp 1.253.777.000 dengan total belanja desa T.A 2018 Rp 2.278.287.300,sehingga kami menilai kurangnya perhatian pemerintah terhadap Pemeliharaan/Rehab Gedung Kantor desa dengan anggaran Pendapatan dan belanja desa allu tarowang yang begitu besar dalam pertahunnya.

Pada saat kepala Desa Allu Tarowang ‘Sutrisno dicoba untuk dikonfirmasi via watshap untuk mempertanyakan mengenai kondisi bangunan gedung kantor Desa yang miris dan memperihatingkan dan sampai berita ini diturunka belum ada jawaban.

Sehingga Masyarakat setempat sering kali membahas pada setiap perum(RKPDesa) mengenai bangunan kantor,melihat material bangunan bagian atap palpon,serta rangka kayu yang sudah tua sehingga kita kewatirkan pada saat ada kegiatan Rapat lalu terjadi hal hal yang tidak di inginkan bisa saja roboh.
(Ismail)

Ar Media Kreatif - Jasa pembuatan website Portal Berita, Toko Online, Perusahaan, Bisnis, Landing Page, DLL. Untuk info lebih lanjut silakan hubungi kami WhatsApp

Rekomendasi