Terkait Kasus Tuduhan Asusila di Kanreapia Gowa, Semakin Menuai Tanda Tanya

RUJUKANNEWS.com, Gowa-Selama dipublikasikan sudah banyak pihak yang hadir saat menguatnya kasus tersebut mulai dari Kades, Sekdes dan Kapolsek,mereka sendiri sudah mengakui bahwa kasus ini tak mampu dibuktikan, namun pemangku adat tetap bersih keras untuk menjatuhi hukuman kepada AB (57) salah satu warga Kanreapia yang menjadi korban fitnah, yakni mencabut hak tinggalnya di desa Kanreapia dan mengusirnya di desa tersebut.

Kades Kanreapia H. Rusli sendiri menuturkan  saat awak media memintai keterangannya melalui sambungan telpon selulernya.

“Bagaimana tanggapanta atas adanya warga di wilayah anda yang di usir oleh warga ?

“Yang awalnya Pak, inikan masalah adat, ini sebenarnya pak, keputusannya itu jauh ada putusannya sebelum saya menjabat sebagai Kepala Desa, iye, jauh sebelum saya menjabat kepala desa ini putusannya sudah ada.

Lebih lanjut, Rusli menjelaskan jadi setelah saya menjabat pak, maka pernah ini pihak yang bersangkutan atas nama Abu, sudah memang jelas – jelas di jatuhi hukum adat, dan pernah memaksakan diri untuk masuk di Desa Kanreapia, dibawa oleh kuasa hukumnya pada waktu itu

Kami selaku pejabat yang sekarang pak, yang di forum itu yang ada beredar di media di forum pada waktu itu Saya kan hanya pelanjut pak, dimana hanya mengumpulkan warga.

Sementara Pemangku adat pada waktu saat kejadian, dimana memang duduk perkaranya, pada waktu itu bagaimana putusanta, maksudnya warga maka warga pada waktu itu menjelaskan bahwa hukum adat yang kita sudah tetapkan yang kita putuskan sudah tidak bisa diganggu gugat. Bebernya
Jadi keputusan itu pak sebenarnya sudah lama jauh sebelum saya menjabat (Kades) hanya karena kita dudukkan kembali karena kita mau tau, bagaimana putusannya pada waktu itu, dan memang hukum adat di Kanreapia pak, dikenal memang sangat kental bukan hanya kali ini yang ada kena sanksi adat, sudah beberapa orang sebelumnya yang memang di kenai adat seperti itu.jelasnya

Namun saat ditanya mengapa polisi mengatakan bahwa Kapolsek tidak ada laporannya masuk pak.?

Rusli mengatakan bahwa iyye benar, Tidak ada memang laporannya pak Karena di putuskan secara adat pak, karena memang hukum adat di akui kebenarannya. Adat untuk Desa Kanreapia pak

Alasannya karena sesuai memang kita lebih tau bahwa hukum adat yang di berlakukan di akui, secara undang-undang Pak, iye. Bahkan saya pertegas Pak, bahwa hukum adat secara khusus di Desa Kanreapia yang kita tadi cerita pak dan juga umum di desa-desa lain

Dijelaskan lagi cuma masih ada kebijakan tersendiri dimana itu adatya, khusus untuk di desa Kanreapia, dan bukan kali ini saja, Saya pada saat pelantikan itu 28 Desember 2018, yang videonya itu viral setelah putusan adat membacakan keputusannya

Namun pihak dari Abu memaksakan diri masuk menginjakkaan lagi kaki di Kanreapia, secara otomatis pak, saya sebagai selaku pemerintah yang sekarang mengumpulkan warga, sebagai kapasitas saya itu pak mengumpulkan warga.bebernya lagi.
Jadi Kepala Desa dulu ini sudah mengusir memang ini Abu.?
Dia mempertegas IYA, tidak sempat masuk pak, sejak kejadian itu waktu pak, Abu, melarikan diri, tidak pernahmi lagi muncul pak.

Saat ditanyakan bahwa dirinya pernah menghubungi pihak dari Abu (anaknya) bahwa jangan dibawa masuk lagi ini kedesa kami

Dia pun memberikan jawaban dan menjelaskannya “Begini pak, begini saya kira, saya kan merasa putusan ini sudah ada sudah diberlakukan, jadi MUNGKIN pemangku adat sebelumnya atau kepala desa sebelumnya sudah menyampaikan ke pihak keluarga abu ini. setelah mau datang mau menginjakkan kaki ke Kanreapia, karena saya tau bahwa sudah ada putusan seperti itu, barulah saya Tanya ini warga, sebagai pemerintahan pelanjut yang dulu (Pengganti Kades yang lama)
Yang jelas kan saya asli disini pak secara umum itu sudah diketahui bahwa sudah ada keputusan adat tentang kasus asusila ini. dari segi pemerintahan kan sudah ada, sudah ada diputuskan sebelum saya menjabat.
Dia juga tidak pungkiri bahwa dia asli Desa tersebut namun saat disampaikan bahwa kita betul betul yakin dan ketahui kronolgis kejadiannya saat itu karena memang warga asli disitu.sebelum jadi Kades.

Namun bukannya menjawab tapi malah mengatakan Kalau itu pak, mungkin kita ketemu lansung, yang namanya adat pak sensitif sekali, nantilah pak, yang jelas kita hargai keputusan adat sebelumnya.
Kalau adat di sini pak pasti melibatkan tokoh-tokoh adat. Saya kan tergabung juga di grup To Gowa, yang Gowa Carita, dan sebenarnya pertama kali dikoreksi seperti ini. Dan Begitu untuk sementara jika masih ada yang di butuhkan saya telponki lagi.

H. Rusli juga menyampaikan bahwa Ini kan persoalan adat jauh adat sebelum jauh menjabat tapi konsenkuensi pemerintah harus melanjutan. Nanti pak dijelaskan kalau masalah itu, kalau masalah adat sangat sensitive sekali.kunci H. Rusli”

Dikonfirmasi terpisah Sekdes Kanreapia, Sukri, membenarkan adanya paparan yang di keluarkan Kapolsek Tombolo Pao, yakni tanggal 1 Agustus 2019 yang didalamnya tercantum beberapa nama yaitu Aso, Ismail Dimeng dan dirinya sendiri Sukri.
Yang mengatakan bahwa kasus ini telah selesai di putuskan secara adat. Iyye kasusnya diselesaikan secara adat pak. Singkatnya melalui whatsaapnya

Sementara Jamal Anak kandung Dg Abu saat di konfirmasi mengatakan bahwa Paparan tersebut pernah di baca yang mana didalamnya tidak menyebutkan satu bukti apapun. Sehingga ini menjadi aneh orang di jatuhi hukuman tanpa bukti.

Kalau pelapor mau didengar maunya pasti mengatakan ‘’IYA” namanya juga pelapor.
Ia pun menambahkan bahwa sebenarnya masalah ini tidak akan besar andai kepala desa, mau keluar sebagai pemerintah desa yang netral, bijak dan menentramkan kedua belah pihak, karena di desa Kanreapia semuanya adalah keluarga, apalagi sekarang bukan masalah kasus yang lama mau dicerita karena menurut UU kasus ini sudah Daluarsa sebagaimana diatur dalam pasal 74 ayat (1) KUHP tentang tempo memasukkan pengaduan dalam perkara pidana.

Dimana Kasus yang melewati enam bulan tidak bisa di buktikan masuk kategori daluarsa, dan artinya yang dilaporkan otomatis di anggap tidak bersalah.namun orang tua kami Abu divideokan dan diviralkan di sosmed disaksikan oleh para pemangku adat dan Kepolisian.

Pasca kejadian itu kami melaporkan semua yang terkait sebagai pencemaran nama baik melalui ITE, di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Selatan

Sementara Ketua Pemangku Adat Lama itu pernah datang di Rumah di Gowa Lestari memanggil Bapak saya dan mengatakan pulang mako, tidak bersalah ko, tidak ada hukum manapun yang kenna ko, hukum Negara, apalagi hukum adat.
Jamal pun menyayangkan kenapa ada Video disiarkan yang menyebutkan nama orang tuanya (atas nama Abu dan atas nama Onang tidak bisa lagi berada di Desa kanreapia ini…, begitu kira kira petikan suara yang ada didalam videonya yang diviralkan, ujar Jamal.
Dan ini sudah tersebar difacebook dan itu sangat merugikan pihak keluarga kami, dan sebelum kami melaporkan mereka ke pihak kepolisian kami juga terlebih dahulu memberikan mereka Somasi, karena kami ingin menyelesaikan ini sebenarnya secara kekeluargaan tetapi somasi kami di abaikan, jadi mau tidak mau kasus pencemaran nama baik ini terpaksa sampai ke meja Kepolisian, tutup Jamal.

Sementara Kapolsek Tombolo Pao Iptu. H. Jumarang membantah dan mengatakan Kapan putusan adatnya.dan kapan saya jadi Kapolsek itu putusan sebelum saya jadi Kapolsek, jadi jangan salah alamat,komfirmasi pak kiri kanan di TKP jangan ditempat lain, ungkap Kapolsek.

Kapolsek membantah dengan adanya berita dialinea ke enam dimana dituliskan Lebih disayangkan lagi, saat mengumumkan keputusan itu yang dihadiri Kapolsek Tombolopao Iptu H. Jumarang. …bla bla…
jadi tolong pak ditanya kembali orang itu (yang kasih data.red)
Dimana Gambar saya di atas adalah penyuluhan kamtibmas kepada tokoh masyarakat,tokoh adat dan elemen masyarakat lainnya guna
Harkamtibmas setelah pihak Abu melayangkan surat ke Kapolres atas pengusiran dirinya dari hukum ada Desa Kanreapia.demikian pak jelasnya” ujarnya

Dirinya juga sempat mengancam dan akan melakukan koreksi tentang pemberitaan tersebut

Saya akan mendatatangi pimpinan redaksi bapak serta pinpinan redaksi lain tentang kalimat diatas.

Namun dirinya akui bahwa dia dilantik pada tanggal tersebut sebelum dibacakan pengumuman tersebut. Dan sempat ada dalam video yang viral salah satu warga yang hadiri forum.

“Iyye saya dilantik pada tanggal 4 Januari 2019.”
Jadi begini pak kejadian pada tanggal 18 Oktober 2019 dan putusan adat pada sekitar Bulan November 2019, saya masuk tanggal 4 Januari 2019, jelas sekali kan, pinta Kapolsek. dan ini pak hak jawab saya, silahkan redaksikan sesuai pakta.
Dia juga menyampaikan bahwa saya pak bukan saja duduk dibelakang meja tapi saya harus turun lagi kelapangan untuk mencari fakta yang sesungguhnya, bukan dari satu sumber semata, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dari suatu peristiwa, tutupnya.

Penulis: Anton
Editor: ILHAM

Loading...