Ribuan Hektar Petani Karo Gagal panen akibat Sinabung,  Pengayam bambu ikut Menangis

KARO  – Sinabung Erupsi pekerja Pengerajin Bambu pembuat keranjang di Desa Ndokum Siroga Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo mengeluh penjualan menurun drastis akibat ribuan hektar para petani gagal panen akibat debu vulkani merusak tanaman para petani.

Hal tersebut di sampaikan oleh pengerajin bambu Marselinus Laila ( 36 ) di dampingi istri Diana ( 37 ) saat menganyam bambu di rumah kontrakannya pada Jumat, ( 14/08 ).

Marselinus Laiya ayah dari dua orang anak ini sudah menggeluti pekerjaan membuat keranjang selama dua tahun lebih. Keranjang dari anyaman bambu ini biasa di gunakan para petani untuk tempat buah tomat, jeruk, cabe dan sayur mayur.

Marselinus mengatakan, satu hari kami sama istri bisa mengayam bambu perharinya menghasilkan rata rata 10 keranjang. Istri saya dapat 5 keranjang dan saya 5 kerangjang kata Laia. Bahannya murni dari bambu di beli ke ladang orang kampung sini. Kami membeli dengan sistem lelang. Cuma kalau di hitungkan satu bambu panjang berkisar Rp. 7000 per batang. 1 ( Satu)  batang kalau bambunya bagus bisa sampai menjadi tiga keranjang ujarnya.

Sambungnya, per keranjang di jual dengan kisaran harga Rp 14 .000.000/ keranjang.

Di jual dengan cara mengecer di tempat ini. Siapa yang mau di jemput, begitu saja,  tidak ada angganan tetap. Kadang tidak ada yang laku, tapi kadang di borong. Biasanya rame di beli kalau musim Panen para oetani sekitar.

Ketika di tanya pengaruh dari letusan Gunung Sinabung yang mengakibatkan banyak petani gagal panen Laila menjawab sedih.

” Kalau Sinabung meletus petani banyak gagal panen, sehingga otomatis hal tersebut akan mengakibatkan penjualan kami drastis menurun sementara biaya hidup terus berjalan. Anak anak sekolah dua orang, satu di SMP simpang empat Ndokum Siroga ini, satu lagi SD di Desa Surbakti. Kami perantau  di Tanah Karo ini baru kesini sekitar tiga tahun lalu. Kami tidak punya ladang sehingga kami waswas ketika keranjang keranjang ini tidak ada yang beli.  Waswas karena kebutuhan hidup yang tidak mengenal musibah.

Laila menututkan di sekitaran Desa Ndokum Siroga ini ada pengerajin bambu 10 tempat. Yang pasti nasib mereka juga sama seperti kami. Maka kami sekeluarga sangat berharap pihak pemerintah bisa mendata para pengerajin bambu untuk di perhatikan nasibnya, terkhusus di masa bencana Erupsi Gunung Sinabung yang sudah berlangsung dan sedang berlangsung dalam seminggu terakhir ini pungkasnya.

( SURBAKTI )

 

Ar Media Kreatif - Jasa pembuatan website Portal Berita, Toko Online, Perusahaan, Bisnis, Landing Page, DLL. Untuk info lebih lanjut silakan hubungi kami WhatsApp

Rekomendasi