OPINI : Menyoroti Beban Hidup PNS Janda

Penulis : Habibah Auni Mahasiswa S1 Program Studi Teknik Fisika Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

RUJUKANNEWS.com – Baru-baru ini saja ramai pembicaraan mengenai jatah libur Pegawai Negeri Sipil (PNS) Katanya, PNS akan diberikan jatah libur lebih banyak. Kalau biasanya libur sabtu-minggu, wacananya hari libur weekend akan menjadi jum’at-minggu.
Namun nampaknya kebijakan perpanjangan durasi libur PNS tidak jadi dilaksanakan. Pemerintah justru berencana untuk meningkatkan kinerja PNS dengan mengaktualisasikan PP No. 30/2019 tentang Penilaian Kinerja PNS. Jadi sebenarnya, pemerintah akan lebih fokus terhadap perapihan sistem manajemen kerja PNS.

Isu tentang perpanjangan durasi libur PNS hematnya juga menimbulkan cukup banyak polemik. Terutama perihal beban kerja PNS. PNS memiliki kewajiban untuk memenuhi tuntutan jam kerja dalam dua minggu 10 hari kerja 80 jam.
Ketika hari libur kemudian diganti menjadi jum’at-minggu, jam kerja ini bisa diubah menjadi 9 hari kerja 80 jam. Kalau menurut Rudiarto selaku Komisioner Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), wacana penambahan libur tidak mengurangi jam kerja PNS, malahan jam kerja PNS setiap hari diperpanjang sebagai konsekuensinya (Asmara, 2019).

Lantas bagaimana dengan janda, sebagai salah satu aktor PNS yang nasibnya bergantung pada wacana perpanjangan hari libur ini? Kalau saya berani menilai, wacana perpanjangan liburan ini menjadi hal yang kompleks sekaligus memberatkan janda di dua sisi.
Michelle et al (1974) memperkenalkan konsep peran ganda perempuan yang disebut dengan konsep dualisme cultural, dimana di dalamnya terkandung konsep wilayah domestik dan wilayah publik. Pada wilayah domestik, perempuan memiliki peran sebagai istri, ibu dan pengelola rumah tangga. Sedangkan pada wilayah publik, perempuan mempunyai peran sebagai tenaga kerja yang bertugas mencari nafkah.

Baca Juga

Indonesia yang kental dengan budaya patriarki, masih menempatkan perempuan sebagai warga kelas dua yang berada di wilayah domestik dan laki-laki ada di wilayah publik. Maka dari itu, janda yang memikul kewajiban sebagai kepala rumah tangga, memiliki beban utama untuk bekerja di wilayah publik (PNS) dan menafkahi keluarganya.
Selain mencari uang, janda masih memiliki kewajiban untuk melakukan hal yang menjadi kodratinya, yakni melakukan pekerjaan rumah tangga (tanggungjawab rumah tangga masih menjadi beban perempuan). Beban kerja PNS janda yang berlebihan ini tentu memberatkan PNS janda.

Kita bisa membayangkan beban kerja PNS janda secara matematis. Sebelum penerapan wacana perpanjangan liburan PNS, katakanlah total jam dalam kurun waktu dua minggu adalah 24 jam * 10 hari atau setara dengan 240 jam. Berarti selama senin-jumat dalam waktu dua minggu, waktu yang dimiliki PNS janda untuk melakukan kegiatan domestik sebesar (240 jam – 80 jam)/10 hari = 16 jam/ hari.

Beban 16 jam tersebut belum dibagi dengan kegiatan-kegiatan PNS janda, seperti mencuci baju, mencuci piring, menyapu, mengepel, dan lain sebagainya. Waktu untuk mendidik anak juga harus diperhatikan sang ibu janda. Sebuah riset menunjukkan bhwa terdapat 88% perempuan dengan young children keluar dari pekerjaan karena tidak bisa bekerja full time. Jumlah tersebut lebih besar daripada laki-laki dengan young children yang keluar dari pekerjaan.

Konflik peran ganda seperti ini cenderung membuat PNS janda lebih rentan terhadap stress. Kalau menurut Amalia (2001, perempuan yang menjalankan peran ganda, sebagai karyawan sekaligus sebagai ibu rumah tangga lebih sering dihinggapi stress, apalagi ada tuntutan untuk berprestasi di tempat kerja.

Orenstein (2005) berpendapat bahwa peran ganda rentan membuat perempuan sulit meraih kesuksesan di bidang pekerjaan, kelurga dan hubungan interpersonal sekaligus. PNS janda yang memaksakan dirinya untuk sanggup melakukan semuanya sendiri, dapat menyebabkan dirinya menampilkan sikap kerja yang negatif.

Walau demikian, beban psikologis yang dialami PNS janda ini ibarat dua sisi koin. Sisi lain menunjukkan bahwa tuntutan PNS janda dalam ruang publik maupun ruang domestik mendorong mereka untuk banyak berpikir positif dan produktif. Dengan mengisi kegiatan yang kaya akan manfaat, PNS jada akan terhindar dari kegiatan yang membuang-buang waktu seperti yang tidak bermanfaat seperti berkhayal, melamun, dan memikirkan hal-hal yang tidak dirasakannya.

Terlebih lagi, PNS janda akan terhindar dari kegiatan yang merugikan tempat ia bekerja seperti whistleblowing dan cyberloafing. Whistleblowing adalah kegiatan seseorang dengan mengungkapkan perilaku tidak etis pihak manajemen yang lebih tinggi. Namun perbuatan elit manajemen yang tidak etis ini belum terbukti benar (Bagustianto, 2012).
Cyberloafing adalah kegiatan memanfaatkan sarana digital untuk kepentingan pribadi. Kegiatan kontraproduktif ini biasa digunakan oleh mereka yang belum memiliki self-control dan tingkat fokus yang baik. Hadirnya PNS Janda justru menjadikan kegiatan cyberloafing sebagai suatu tindakan yang konstruktif. Daya produktivitas PNS janda yang tinggi mendorong mereka untuk memanfaatkan sarana digital untuk hal yang positif.

Melihat peran ganda yang dipikul oleh PNS janda tentu menggiring kita untuk berkesimpulan bahwa permasalahan ini adalah sesuatu yang kompleks. Beban kerja berlebih yang diemban PNS janda sebagai pelaku ruang publik dan ruang domestik tentu mengkhawatirkan psikologis mereka. Namun motivasi yang mendorong PNS janda untuk produktif membuat dirinya bermanfaat untuk dirinya sendiri, keluarga, dan masyarakat luas.

Daftar isi
Asmara, C. G., 2019. Mohon Maaf PNS, Hari Jumat Batal Libur. [Online]
Available at: https://www.cnbcindonesia.com/news/20191211142932-4-122214/mohon-maaf-pns-hari-jumat-batal-libur
[Accessed 11 Desember 2019].
Bagustianto, R., 2012. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk Melakukan Tindakan Whistleblowing (Studi pada PNS BPK RI). Jurnal Ekonomi dan Keuangan, pp. 276-295.

 

Penulis : Habibah Auni
Mahasiswa S1 Program Studi Teknik Fisika Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Ar Media Kreatif - Jasa pembuatan website Portal Berita, Toko Online, Perusahaan, Bisnis, Landing Page, DLL. Untuk info lebih lanjut silakan hubungi kami WhatsApp

Rekomendasi

Loading...