Laporan GPMI Terkait 40 Anggota DPRD Yang Diduga Korupsi,  Kejati Akan Menidak Lanjuti 

RUJUKANNEWS.com, MAKASSAR – Gerakan Pemuda Mahasiswa Indonesia (GPMI) mengawal terus bergulirnya kasus dugaan korupsi anggota DPRD Kabupaten Jeneponto periode 2014-2019.

Kini, mereka kembali membawa data tambahan laporan dugaan korupsi 40 anggota DPRD Jeneponto di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati Sulsel), Jl. Urip Sumoharjo, Rabu (16/10/2019).

Dalam pelaporannya, Bimbing selaku jendral GPMI dan beberapa pengurus GPMI diterima oleh pihak penyidik dari Kejati Sulsel.

“Kami membawa beberapa data terhadap penyidik atau jaksa Kejati Sul-sel demi memenuhi unsur serta dasar hukum terkait dugaan korupsi 40 DPRD jeneponto,” terangnya awak media usai melakukan pelaporan.

Bimbing juga menegaskan ke jaksa kejati tersebut bahwa, pihaknya akan terus mengumpulkan bukti-bukti terkait dengan dugaan kasus korupsi dana Tunjangan Komunikasi Intensif (TKI), Dana Operasional Pimpinan (DOP) DPRD, tunjangan reses, dan belanja asuransi kesehatan.

Karena, menurut Bimbing, ini sudah ada perencanaan untk tidak dikembalikan karna ini audit 2018 yang sampai hari ini belum terbayarkan.

Secara hukum, lanjut Bimbing, sangat kuat dan memenuhi unsur untuk dugaan tindak pidana Hukum.

“Bahkan Jikalau ada pengembalian nanti, tetap proses hukum itu tidak boleh dihentikan krna ini berbicara persoalan tindak pidana korupsi, bukan soal utang atau pinjam,” pungkasnya.

Sementara itu, Elis selaku Jaksa Kejati Sulsel, menyampaikan dalam jangka waktu dekat ini pihaknya akan menggelar rapat membahas lebih mendalam ini.

“Kami akan adakan rapat dengan beberapa jaksa kejati atau penyidik kejati untuk menindak lanjuti kasus ini. Setelah itu, dalam jangka waktu dekat ini kami akan melakukan penyelidikan terhadap beberapa anggota DPRD Jeneponto,” jelasnya.

Sebelumnya, Senin 14 Oktober 2019, GPMI melaporkan sebanyak 40 anggota DPRD Jeneponto yang diduga melakukan tindak pidana korupsi, dengan menggelar aksi unjuk rasarasa depan Kantor Kejati Sulsel, Jl. Urip Sumoharjo Makassar.

 

Editor : Ali

Loading...