Hampir Tiga Bulan Kasus ITE, di Ditreskrimsus Polda SulSel, Menuai Tanda Tanya

RUJUKANNEWS.com, GOWA – Kasus ITE yang di sebarluaskan pada tanggal 4 Agustus 2019 lalu, yang telah berdampak terhadap pencemaran nama baik warga Kanreapia, saat ini di rasa lambat penanganannya oleh banyak pihak.

Kasus ini telah masuk di meja penyidik sudah hampir tiga bulan yaitu sejak tanggal 27 Agustus 2019.

Lamanya penanganan menuai banyak pertanyaan, Ada apa, dan apa kendalanya.

Sedangkan saksi dan bukti sudah di dengar dan di pegang oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Sulawesi Selatan

Video ini di sebar oleh pemilik akun facebook bernama Abd Azis, video tersebut jelas dan terang menyebutkan nama Abu tidak bisa tinggal lagi di Desa Kanreapia, atau di Usir dari tanah kelahirannya dan di Cabut hak tinggalnya sebagai warga Kanreapia.

Dalam video tersebut juga terlihat Kades Kanreapia dan Kapolsek Tombolo Pao.

Video yang di unggah melalui siaran langsung tersebut di duga merupakan rapat adat yang dipaksakan untuk menghukum seseorang yang di tuduh berzina, karena tuduhan ini tidak bisa di buktikan dan tidak ada yang keberatan atau tidak ada yang merasa di rugikan, hanya pihak ke tiga yang ngotok untuk menghukum inisial A.

Setelah siaran langsung tersebut, inisial A, sempat ke Polres Gowa untuk melaporkan kasus pencemaran nama baik melalui UU ITE , namun di tolak, dengan alasan kasus ini sudah Daluwarsa, hingga akhirnya Inisial A dan kelurga sepakat untuk melapor ke Polda Sulawesi Selatan, dan akhirnya di Terima, namun pihak keluarga saat ini berharap Penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel segera dan serius menangani kasus ini agar tidak berlarut – Larut.

Penerbit : Firdauz

Editor : Ali
Ar Media Kreatif - Jasa pembuatan website Portal Berita, Toko Online, Perusahaan, Bisnis, Landing Page, DLL. Untuk info lebih lanjut silakan hubungi kami WhatsApp

Rekomendasi