https://www.rujukannews.com/

Media Transmisi Kabel dan Nirkabel

  • Bagikan
pexels vanderlei longo 2081132 scaled

Apa saja Media Transmisi Kabel dan Nirkabel?

Pertanyaan ini memiliki kaitan yang erat dengan teknologi, khususnya yang berhubungan dengan jaringan komputer.

Beberapa contoh yang bisa dilihat secara langsung adalah penggunaan Wi-Fi dan jaringan sederhana yang ada di warung internet.

Bisa dilihat bahwa sebuah perangkat bisa terhubung dengan Wi-Fi tanpa adanya perantara (nirkabel). Kemudian di sisi lain, ada juga contoh hubungan antar perangkat komputer yang menggunakkan media kabel.

Hanya ada dua jenis model dari media tranmisi untuk saat ini, yaitu Media Kabel dan Nirkabel. Jika dalam suatu jaringan tidak menggunakkan Kabel, maka sudah dipastikan jaringan tersebut menggunakkan media Nirkabel, begitu juga sebaliknya.

Kedua jenis tersebut tentu saja memiliki berbagai tipe, kelebihan serta kekurangannya masing-masing.

Dan pada artikel kali ini, akan dibahas lebih lanjut tentang ketiga topik yang ada pada kedua jenis media transmisi yang sudah dikenalkan tadi.

Tanpa berlama-lama, mari kita bahas.

Media Kabel (Wired Media)

Dari namanya saja sudah bisa ditebak bahwa media transmisi yang satu ini menggunakkan sebuah benda tipis dan panjang yang dikenal dengan nama kabel.

Meskipun sama-sama menggunakkan kabel, Cooper Media sendiri memiliki beberapa jenis lain tergantung dari sinyal atau materi yang berjalan di dalam kabel tersebut.

Sampai dengan saat ini, ada tiga jenis dari media transmisi kabel. Mereka adalah Kabel Pasangan Berpilin (Twisted Pair), Sepaksi(Coaxial) dan terakhir adalah Kabel Serat Kaca (Fiber Optic).

Baca Juga -   Cara Mendaptakan Penghasilan Tambahan Bagi Guru

Dan pada paragraf berikutnya akan dijelaskan secara singkat ketiga jenis tersebut.

a. Pasangan Berpilin (Twisted-Pair)

Jenis kabel yang satu ini adalah sebuah kabel yang menggunakkan tembaga sebagai inti utamanya, kabel ini disebut dengan pasangan berpilin karena di dalamnya terdapat 8 kabel yang lebih kecil yang dibagi menjadi 4 pasangan warna dan kedelapan kabel tersebut dipilin atau digulung secara spiral menjadi satu.

Jikalau penasaran, bisa cari gambarnya di internet atau memotong kabel tersebut secara langsung, asal jangan memotong kabel orang lain.

Kabel yang satu bisa ditemukan di dalam laboratorium komputer sekolah ataupun di dalam warung internet yang sudah dikatakan tadi.

Penggunaan kabel ini disarankan hanya sampai 100 meter, hal ini masih teori karena dalam pelaksanaanya bisa dipengaruh banyak hal.

b. Sepaksi (Coaxial)

Kabel Sepaksi menggunakkan bahan yang sama dengan Twisted Pair yaitu tembaga. Kabel jenis ini sering ditemukan pada jaringan televisi yang dipasangkan dengan sebuah antena. Menurut teori, kabel ini bisa digunakan sampai dengan jarak 100 sampai 400 meter.

c. Serat Kaca (Fiber Optic)

Setelah membahas kabel yang menggunakkan tembaga, kabel serat kaca justru menggunakkan kaca sebagai inti dari kabelnya, hal ini disebabkan karena sinyal yang dibawa dalam kabel tersebut diubah menjadi cahaya.

Cahaya yang ada di dalam kabel akan terus bergerak dengan menggunakkan pemantulan pada cahaya.

Itu tadi merupakan beberapa jenis media kabel, dan berikut adalah kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan:

a. Mudah untuk dipetakan, karena bentuknya bisa dilihat dengan kasat mata.
b. Pengeluaran biaya yang umumnya lebih sedikit.
c. Lebih cepat dibandingkan dengan media nirkabel.
d. Keamanan yang lebih terjamin.

Baca Juga -   Pengertian LAN, MAN, WAN, dan PAN dan Fungsinya

Kekurangan:

a. Menggunakkan banyak tempat karena memiliki bentuk fisik.
b. Mobilitas yang kurang atau susah untuk dipindahkan. Semakin panjang kabel, semakin lama waktu untuk menggulungnya.
c. Karena bisa dilihat dengan kasat mata, akan lebih mudah untuk interfensi secara fisik seperti dipotong.
d. Pemasangan yang lebih memakan waktu.

Media dengan Kabel sudah selesai, sekarang berlanjut ke Media Nirkabel.

Media Nirkabel (Wireless Media)

Media transmisi yang satu ini adalah “lawannya” media dengan kabel, media yang satu ini menggunakkan udara sebagai perantara, dengan kata lain bahwa media yang satu ini tidak memiliki bentuk fisik.

Perlu dipahami bahwa hanya media saja yang tidak memiliki bentuk fisik, untuk benda yang bertugas sebagai pemancar sajalah yang memiliki bentuk fisik.

Media Nirkabel tentu saja ada beberapa tipe lagi, dan masing-masing pasti memiliki kemampuan dan digunakan untuk hal yang berbeda.

Beberapa tipe tersebut diantaranya:

a. Gelombang Radio

Media yang satu ini menggunakkan gelombang yang berasal dari aktifitas elektromagnetik, maka seberapa kuat gelombang yang diberikan akan sejalan dengan seberapa banyak listrik yang bisa disediakan. Contoh dari penggunaan gelombang radio adalah penggunaan Wi-Fi.

Gelombang radio juga memiliki tipe lain lagi yang namanya Gelombang mikro (microwave), meskipun sama-sama merupakan gelombang radio, microwave sendiri jarang digunakan dalam sebuah jaringan komputer.

b. Sinar atau Cahaya

Bukan hanya media kabel saja yang bisa mentransmisikan sinyal berupa cahaya, media nirkabel pun juga bisa dengan salah satu contohnya menggunakkan sinar infra merah. Contoh penggunaan sinar infra merah yang paling umum ditemukan adalah penggunaan remote tv.

Baca Juga -   Pengertian Hosting dan Domain beserta fungsinya dan cara kerjanya

Selain sinar infra merah, ada media transmisi terbaru yang disebut dengan Li-Fi. Li-Fi sendiri tidak jauh dengan Wi-fi, hanya saja Li-Fi membagikan sinyal melalui cahaya. Cara kerjanya sendiri mirip dengan cara kerja bola lampu, namun sayang teknologi ini masih belum muncul ke publik.

Kelebihan ataupun kekurangan media nirkabel diantaranya.

Kelebihan:

a. Mudah untuk berpindah tempat, hanya perlu memindahkan perangkat pemancarnya saja.
b. Perangkat yang terhubung tidak dibatasi oleh banyaknya jumlah port.
c. Karena tidak memiliki bentuk fisik (kecuali pemancar), maka media ini tidak menggunakkan banyak tempat.
d. Mobilitas yang mudah dan hanya cukup memindahkan perangkat pemancar atau perangkat yang menerima sinyal, contohnya smartphone yang bisa dibawa kemana-mana asalkan masih berada di daerah cakupan pemancar.
e. Instalasi yang lebih mudah.

Kekurangan:

a. Membutuhkan listrik yang lebih banyak dibandingkan dengan media kabel, karena kekuatan sinyal akan sangat dipengaruhi oleh listrik.
b. Kecepatan yang kurang jika dibandingkan dengan media kabel.
c. Keamanan yang kurang, maka dari itu kebanyakan jaringan nirkabel dilindungi oleh kata sandi.
d. Mudah diinterfensi dengan hal-hal seperti cuaca dan benda padat.
e. Biaya perangkat pemancar yang tidak murah.
f. Tidak disarankan untuk jarak yang sangat jauh, kira-kira 1 kilometer

Penutup

Berikut tadi penjelasan tentang media kabel dan nirkabel, keduanya memiliki banyak jenis serta kelebihan atau kekurangannya masing-masin, maka dari itu penggunaannya tidak selalu efektif untuk semua hal.

Sekian untuk artikel ini, silahkan sampaikan komentar ataupun saran menggunakkan kolom komentar. Terima kasih.

  • Bagikan