Nose Cleaner Alat Pembersih Hidung Bayi yang Efektif dan 3 Langkah Penggunaanya

  • Bagikan
nose cleaner
Foto: Freepik/Original Mockup

Nose cleaner menjadi salah satu alat penting bagi ibu yang baru saja melahirkan, sebab bayi yang baru lahir hingga usia di bawah enam tahun masih belum memiliki kemampuan untuk membersihkan atau mengeluarkan lendir dari dalam hidungnya.

Selain untuk bayi, nose cleaner juga bisa digunakan oleh orang dewasa yang mengalami gangguan pada hidung yang tidak bisa mengeluarkan cairan atau ingus sendiri, meskipun kemungkinan ini sangat jarang terjadi.

Pengertian Nose Cleaner

Nose cleaner sendiri memiliki pengertian alat untuk membersihkan hidung bayi khususnya dari lendir dengan cara disedot atau dihisap. Bentuk alat ini seperti tabung kecil yang terdapat pipet khusus yang berfungsi untuk menyedot kotoran atau cairan di dalam hidung bayi.

Pada beberapa kasus hidung tersumbat yang cukup parah pada bayi atau gejala pilek dan flu, alat penghisap nasal ini sangat efektif untuk membersihkan cairan lendir atau ingus dari dalam hidung bayi.

Alat ini juga menjadi alat terobosan yang memiliki fungsi sangat vital dan idealnya harus dimiliki oleh ibu yang masih memiliki anak di bawah usia enam tahun.

Baca Juga -   Heboh Film Spiderman! Ini Dia Permainan Lego Spiderman yang Cocok Untuk Beli!

Pentingnya Alat Nose Cleaner

Pentingnya alat hisap hidung ini sebagai salah satu perlengkapan bayi adalah karena bayi maupun anak-anak balita sangat rentan terkena virus influenza yang membuat hidung mereka tersumbat.

Pada beberapa kasus flu pada anak, terkadang membuat anak jadi sangat sulit bernafas karena saluran udara yang tersumbar oleh lendir-lendir ingus, sementara bayi dan anak-anak belum memiliki kemampuan atau insting untuk membersihkan cairan di hidung mereka secara mandiri.

Cara Menggunakan Nose Cleaner

Cara menggunakan alat ini juga sangat mudah dan bisa dilakukan oleh siapa pun. Hanya saja, sebelum menggunakan atau memasukkan alat penyedot cairan ini ke dalam hidung anak, sebaiknya alat nose cleaner dibersihkan terlebih dahulu dengan air hangat.

Hal ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan adanya bakteri atau pun virus yang menempel di selang pipet yang akan dimasukkan ke dalam lubang hidung anak.

Cara pakainya dilakukan dengan cara menekan gelembung plastik yang ada di bagian atas alat sebelum memasukkan pipet atau selang ke dalam hidung. Setelah selang pipet berada di dalam lubang hidung anak kemudian lepaskan tekanan gelembung plastik agar udara yang ada di dalam gelembung bisa langsung menghisap cairan di dalam hidung.

Baca Juga -   Kangen Liburan? 4 Tips dan Cara Menyiapkan Masakan Untuk Bekal Agar Tidak Basi!

Berikut langkah-langkahnya:

  1. Tekan gelembung plastik di bagian atas pipet sebelum memasukkan pipet ke dalam hidung
  2. Kemudian, masukkan bagian pipet atau penyedot ke dalam hidung bayi
  3. Lepas secara perlahan gelembung agar menghisap cairan di hidung bayi

Meski demikian, penggunaan alat ini untuk membersihkan cairan atau lendir dalam hidung anak tidak bisa dilakukan secara terus menerus, karena akan membuat anak menjadi ketergantungan terhadap penggunaan alat ini.

Gunakan nose cleaner hanya ketika anak atau bayi sudah benar-benar merasa kesulitan untuk bernafas atau ketika lendir ingus sudah terus menerus keluar dari kedua hidungnya.

Setelah menghisap cairan ingus dengan nose cleaner lakukan pula pemijatan secara perlahan di bagian punggung hidung anak serta urut secara perlahan bagian atas alis anak untuk mengurangi gejala flu dan anak bisa beristirahat dengan relaks.

Setelah digunakan, alat nose cleaner segera bersihkan secara menyeluruh alat nose cleaner dengan air hangat untuk menghilangkan sisa-sisa cairan maupun kemungkinan adanya bakteri atau virus yang menempel di nose cleaner.

Baca Juga -   Jangan Bingung Dulu! Ini Dia 4 Ide Bisnis Online Rumahan Tanpa Modal di Tahun 2021

Selain pentingnya keberadaan alat nose cleaner, penting juga bagi ibu untuk selalu jaga kebersihan anak dan bayi dari kemungkinan terjangkitnya virus yang bisa menyebabkan batuk dan pilek terlebih anak-anak memiliki kecenderungan dengan tingkat aktivitas yang tinggi sehingga potensi terhadap kemungkinan terjangkitnya virus influenza juga sangat besar. (mz)


  • Bagikan