2 Cara Menggendong Bayi yang Aman untuk Pertumbuhan Tulangnya

  • Bagikan
menggendong bayi
Foto: Freepik/Azerbaijan_stock

Memiliki bayi memang menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri bagi pasangan suami istri maupun keluarga. Sehingga, tak heran jika selalu timbul keinginan untuk menggendong bayi yang lucu dan menggemaskan.

Meski ada beberapa keluarga yang menjaga intensitas bayi agar tidak selalu di gendong karena khawatir bayi akan selalu minta di gendong atau yang dikenal dengan istilah ‘tanganan’ namun tetap saja aktivitas menggendong bayi menjadi salah satu aktivitas yang membahagiakan.

Namun menggendong bayi tetap harus dilakukan secara hati-hati terlebih untuk bayi yang baru lahir, karena tulangnya masih relatif rawan sehingga amat beresiko jika menggendong bayi dilakukan dengan cara yang salah.

Tujuan Menggendong Bayi

Pada dasarnya menggendong bayi dilakukan adalah untuk membangun rasa nyaman dan menenangkan buah hati dalam pelukan yang hangat termasuk untuk ketika hendak memberikan kebutuhan ASI bagi buah hati.

Baca Juga -   Truck Serbaguna, Tc Trailers Siap Mengirimkan Barang-Barang Berat ke Berbagai Wilayah dan Tempat!

Selain itu, menggendong bayi juga bertujuan untuk membangun ikatan antara buah hati dan ibu. Sedangkan bagi perkembangan bayi, menggendongnya juga akan sangat efektif untuk melatih otot bayi agar lebih kuat.

Dampak Buruk Akibat Salah Menggendong Bayi

Cara menggendong yang salah akan memberikan dampak buruk secara langsung bagi tumbuh kembang buah hati, apalagi bagi bayi yang baru lahir yang rentan akan terkena resiko Hip Dysplasia atau keadaan dimana seni bagian pinggul bayi berada dalam posisi tidak sempurna serta bagian tulang pinggul tidak menutup pangkal paha dengan sempurna.

Hal ini tentunya akan membuat bayi merasa tidak nyaman karena sakit atau bahkan pada dampak jangka panjang terjadi kelainan pada bagian tulang kaki maupun pinggul bayi.

Cara Menggendong agar Tulang Bayi tetap Aman

Cara menggendong bayi agar tulangnya tetap aman dan merasa nyaman saat di gendong, adalah seperti berikut ini:

Menjaga Kepala, Leher dan Tulang Belakang Tetap Bertumpu

Kepala dan tulang leher menjadi organ tubuh paling krusial bagi bayi, oleh karena itu sebelum menggendong pastikan keduanya telah bertumpu dengan aman dan nyaman bagi bayi. Demikian halnya dengan posisi menggendong pada bagian tulang belakang juga harus mampu membuat bayi merasa nyaman.

Baca Juga -   Menggendong Posisi M Shape dan 5 Manfaatnya untuk Ibu dan Bayi

Hindari posisi menggendong bayi dalam keadaan terlentang karena akan membuat sirkulasi pernafasan bayi menjadi terganggu dan jangan menjadikan tulang ekor bayi sebagai penyangga tubuhnya.

Menjaga Bayi Tetap Merasa Nyaman

Sebelum menggendong, ibu harus mendekatkan tubuh ke bayi, kemudian pastikan salah satu tangan ibu sudah terlebih dahulu meraih bagian kepala dan tubuh bagian belakang bayi untuk menjaga keamanan bayi, kemudian tangan lainnya memegang atau menahan bagian pinggul bayi sehingga bayi merasa nyaman.

Menggendong Bayi dengan Baby Carrier

Menggendong bayi secara langsung dalam keadaan yang lama tentu akan cepat membuat ibu lelah, hal ini tentu sangat berbahaya bagi bayi yang amat mungkin terjatuh saat di gendong karena tangan ibu yang kebas atau kelelahan apalagi jika buah hati memiliki bobot yang berat.

Oleh karena itu, tak ada salahnya jika ibu memanfaatkan baby carrier yang sesuai selain untuk membuat ibu tidak merasa cepat lelah, baby carrier juga tetap mampu membangun kenyamanan dan rasa aman bagi si bayi.

Baca Juga -   Terimakasih Werx Enclosed Cargo Trailer, Untuk Refrensi Pemilihan Mobil Jasa Pengiriman Barang!

Pastikan memilih baby carrier atau gendongan yang berkualitas dan memiliki daya tahan untuk menopang tubuh bayi yang kuat serta terbuat dari bahan yang aman dan efektif membuat bayi merasa nyaman.

Saat ini, banyak baby carrier yang dibuat untuk membantu meringankan beban ibu saat menggendong bayi baik ketika hendak memberikan buah hati ASI ataupun untuk menenangkan bayi.

Selain itu, baby carrier juga efektif untuk digunakan ketika ibu dan bayi beraktivitas di luar ruang seperti berpergian ataupun aktivitas lainnya yang mengharuskan bayi tetap berada digendongan.


  • Bagikan