Langkah Untuk Memulai Cara Inves Reksadana Bagi Pemula

cara inves reksadana
cara inves reksadana

Siapa yang belum mengetahui investasi reksadana? Mungkin bagi sebagian orang hanya mengenal istilah ini dan hanya mengetahui secara sekilas saja. Sebagai informasi tambahan juga bahwa investasi reksadana memang disarankan untuk pemula karena tidak dikelola langsung. Nah semakin penasaran bukan untuk mengetahui bagaimana cara inves reksadana yang dapat menghasilkan keuntungan.

Cara inves reksadana tentu sedikit berbeda dibanding melakukan investasi di saham atau produk investasi lainnya sebab ada cukup banyak perbedaan. Singkatnya sangat mudah untuk menginvestasikan uang ke dalam produk reksadana, bahkan tidak ada minimal pembelian. Langsung simak saja yuk bagaimana cara melakukan investasi produk reksadana sebagai berikut:

Bagaimana Cara Membeli Produk Reksadana?

Sebelum mendapatkan hasil keuntungan yang akan diperoleh, tentunya harus mengetahui dahulu bagaimana cara membeli produk reksadana. Pembelian memang dapat langsung dilakukan saja, namun ada langkah atau tips tertentu karena pembelian berdampak pada keuntungan. Berhubungan dengan hal itu, berikut ada pembahasan bagaimana cara inves reksadana dan yang harus diketahui sebelum membeli produk yaitu:

  • Langkah pertama adalah pilih salah satu platform yang sesuai dengan portofolio yang dimiliki. Beberapa platform online yang direkomendasikan seperti Ajaib atau Bibit dan memang fokus pada investasi reksadana.
  • Unduh aplikasinya dan lakukan pendaftaran dengan mengisi beberapa identitas serta foto diri hingga KTP.
  • Setelah itu, pelajari dengan baik apa saja syarat dan ketentuan yang dimiliki oleh aplikasi tersebut.
  • Pilih salah satu jenis reksadana yang diinginkan yaitu reksadana saham, obligasi, dan pasar uang. Risiko dan keuntungan reksadana saham adalah yang tertinggi, sedangkan pasar uang adalah yang terendah.
  • Setelah menentukan jenis reksadana, pilih salah satu produk dalam jenis tersebut dan lihat detail informasinya.
  • Pertimbangkan grafik yang dimiliki oleh produk tersebut setidaknya selama tiga tahun ke belakang.
  • Pilih produk yang memiliki total AUM tertinggi karena berpotensi lebih menguntungkan.
  • Kemudian lihat hal lain seperti minimal pembelian, bank penampung, dan bank kustodian. Usahakan cari produk dengan bank kustodian yang dimiliki juga agar proses pencarian tidak membutuhkan biaya tambahan.
  • Setelah produk reksadana dirasa cocok, maka selanjutnya adalah lakukan pembelian.
  • Klik beli pada produk reksadana, kemudian pilih salah satu jenis pembayaran yang diinginkan.
  • Masukkan nominal yang diinginkan dan lakukan pembayaran.
  • Ketika melakukan pembayaran, ikuti juga metode dan nominal yang dipilih sebelumnya.
  • Tunggu waktu kerja sekitar 2 hingga 3 hari untuk memastikan
Baca Juga -   Apa Itu Investasi? Serta 3 Cara Memulai Investasi yang Wajib Kalian Ketahui!

Langkah yang Harus Dilakukan Setelah Membeli Produk Reksadana

Setelah mengetahui bagaimana cara inves reksadana, maka langkah yang harus diketahui berikutnya adalah cara mengelola uang tersebut. Dibanding produk investasi yang berbentuk barang, keuntungan reksadana lebih terlihat karena diperbarui setiap hari. Selain itu, reksadana juga lebih ramah risikonya dibanding produk saham. Simak penjelasannya lebih lanjut berikut ini:

  • Setelah memastikan produk berhasil masuk, lihat keuntungan yang dimiliki.
  • Ketika hasil bersifat untung, maka tahan saja dan fokus untuk mencapai tujuan.
  • Di sisi lain, jika hasil bersifat rugi, maka lakukan pembelian. Cara ini dinilai lebih efektif dalam reksadana karena akan menurunkan rata-rata pembelian.
  • Lakukan saja hal tersebut dengan melakukan top up ketika sedang rugi.
  • Kemudian fokus pada tujuan awal dan lebih baik menjaga produk reksadana jangka panjang hingga mencapai tujuan.

Itulah beberapa langkah yang harus dilakukan dalam cara inves reksadana sebelum dan sesudah mengirimkan uang ke platform yang dipilih. Selain itu, reksadana juga tidak akan memberikan keuntungan tinggi dalam jangka pendek. Melainkan memang cocok untuk tujuan jangka menengah hingga panjang. Demikian penjelasan kali ini dan semoga dapat berguna untuk bergabung menjadi investor.

Baca Juga -   Bebas Riba! Inilah 5 Jenis Investasi Syariah yang Bisa Kalian Coba Sendiri!

Baca juga: Sebenarnya Apa Bedanya Reksadana dan Saham Ya? Ini Penjelasannya