Karya Seni Rupa Kubisme Menggunakan Bentuk Apa? Fakta Menarik

RUJUKANNEWS.com –  Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas tentang mengenal aliran seni lukis kubisme, Mungkin saat ini ada pertanyaan jika karya seni rupa kubisme menggunakan bentuk apa?

Karya Seni Rupa Kubisme Menggunakan Bentuk

alah satu ciri khas dari jenis seni rupa ini adalah penggunaan bentuk yang unik dan menarik. Namun, bentuk seperti apa yang digunakan dalam karya seni rupa kubisme? Di bagian ini, kami akan menjawab pertanyaan tersebut dan memberikan fakta menarik terkait dengan penggunaan bentuk dalam seni kubisme.

Apa Itu Kubisme dan Mengapa  Sangat Penting dalam Karya Seni Rupa Ini?

Aliran Seni Lukis Kubisme
Ilustrasi Aliran Seni Lukis Kubisme (canva.com)

Kubisme adalah gerakan seni rupa yang lahir pada awal abad ke-20, yang ditandai dengan penggunaan bentuk geometris yang sederhana dan mengedepankan konsep penyatuan berbagai sudut pandang dari objek yang digambarkan. Kubisme merupakan salah satu gaya seni rupa modern yang sangat terkenal dan memiliki pengaruh luas pada seni rupa hingga saat ini.

Salah satu elemen penting dalam karya seni rupa kubisme adalah penggunaan bentuk. Dalam kubisme, bentuk digunakan untuk menggambarkan objek dari berbagai sudut pandang, sehingga memberikan kesan multidimensi pada karya seni. Penggunaan bentuk dalam karya seni kubisme juga menunjukkan konsep penyatuan berbagai sudut pandang, sehingga menciptakan sebuah kesatuan yang utuh.

Apa yang Membuat Penggunaan Bentuk Begitu Penting dalam Karya Seni Kubisme?

Ada beberapa faktor yang menjadikan penggunaan bentuk sangat penting dalam karya seni kubisme. Pertama, penggunaan bentuk dalam karya seni kubisme membantu menciptakan kesan multidimensi pada karya seni, yang memungkinkan pengamat untuk melihat objek dari berbagai sudut pandang dan perspektif yang berbeda.

Kedua, penggunaan bentuk dalam karya seni kubisme juga membantu menciptakan sebuah kesatuan yang utuh dari berbagai sudut pandang. Dalam kubisme, bentuk-bentuk yang digunakan pada objek diterapkan dengan sangat hati-hati, sehingga menciptakan sebuah kesatuan yang harmonis pada karya seni tersebut.

Bentuk Geometris dalam Karya Seni Kubisme

Bentuk geometris adalah ciri khas utama dari karya seni rupa kubisme. Dalam karya seni ini, bentuk-bentuk geometris seperti kubus, balok, segitiga, dan lingkaran sering digunakan untuk menggambarkan objek dan subjek pada kanvas. Penggunaan bentuk geometris ini memberikan kesan yang kuat dan tegas pada karya seni rupa kubisme.

Selain itu, bentuk geometris dalam kubisme juga dibentuk dari sudut pandang yang berbeda-beda. Objek atau subjek yang sama mungkin digambarkan dari beberapa sudut pandang yang berbeda dan kemudian digabungkan menjadi satu karya seni rupa kubisme. Hal ini membuat karya seni rupa kubisme menjadi semakin kompleks dan menarik untuk diperhatikan.

Karya Seni Rupa Kubisme dengan Bentuk Geometris Seniman
Les Demoiselles d’Avignon Pablo Picasso
Violin dan Gelas Juan Gris
Homage to the Square Josef Albers

Contoh karya seni rupa kubisme yang menggunakan bentuk geometris dapat dilihat pada tabel di atas. Les Demoiselles d’Avignon karya Pablo Picasso menggunakan bentuk geometris yang sangat tegas dan terlihat lebih kompleks. Sementara itu, Violin dan Gelas karya Juan Gris menggabungkan bentuk geometris yang lebih sederhana dan terkesan lebih abstrak. Homage to the Square karya Josef Albers juga menggunakan bentuk geometris yang sama, yaitu segiempat, tetapi dengan variasi warna yang membuat karya tersebut memiliki efek visual yang menarik.

Dalam karya seni rupa kubisme, bentuk geometris ditempatkan dengan cermat dan dipilih dengan sangat hati-hati untuk menciptakan efek yang diinginkan. Tidak hanya memiliki nilai estetika yang kuat, penggunaan bentuk geometris dalam karya seni rupa kubisme juga memiliki kegunaan praktis dalam memberikan kesan yang lebih terstruktur dan teratur pada karya tersebut.

Bentuk Abstrak dalam Karya Seni Kubisme

Bentuk abstrak sangat umum digunakan dalam karya seni rupa kubisme. Konsep dasar dari bentuk abstrak adalah untuk mempresentasikan objek maupun latar belakang dengan penyederhanaan dan reduksi bentuk-bentuk yang ada. Ada empat jenis bentuk abstrak yang biasa digunakan dalam karya seni kubisme:

Jenis Bentuk Abstrak Deskripsi
Geometris Bentuk geometris sederhana seperti lingkaran atau segitiga digunakan untuk merepresentasikan objek atau latar belakang
Kurva Bentuk-bentuk melengkung seperti oval digunakan untuk memberikan kesan gerak atau kelembutan pada objek atau latar belakang
Garis Garis-garis vertikal, horizontal atau diagonal digunakan untuk memberikan kesan tekstur atau arah pada objek atau latar belakang
Warna Gabungan warna yang kuat dan terang digunakan untuk menciptakan efek tertentu pada objek atau latar belakang, seperti memberikan kesan hangat atau dingin

Tujuan utama penggunaan bentuk abstrak dalam karya seni kubisme adalah untuk memisahkan bentuk dari objek atau latar belakang, sehingga memungkinkan penonton untuk lebih fokus pada keseluruhan komposisi. Dalam karya seni kubisme, bentuk abstrak sering digunakan bersama dengan bentuk geometris untuk menciptakan efek visual yang menarik.

Kombinasi Bentuk dalam Karya Seni Kubisme

Karya seni rupa kubisme seringkali menggabungkan berbagai bentuk geometris dan abstrak untuk menciptakan komposisi yang menarik. Kombinasi dari berbagai bentuk ini dapat menghasilkan efek visual yang sangat menarik dan unik.

Bentuk Geometris yang Dikombinasikan

Dalam karya seni kubisme, bentuk geometris seperti kubus, balok, dan piramida seringkali digabungkan bersama untuk menciptakan bentuk yang lebih rumit dan kompleks. Contoh karya seni rupa kubisme yang menggunakan kombinasi bentuk geometris ini antara lain lukisan “Les Demoiselles d’Avignon” karya Pablo Picasso dan “Composition VIII” karya Wassily Kandinsky.

Karya Seni Rupa Seniman
Les Demoiselles d’Avignon Pablo Picasso
Composition VIII Wassily Kandinsky

Bentuk Abstrak yang Dikombinasikan

Selain bentuk geometris, karya seni kubisme juga menggunakan kombinasi bentuk abstrak untuk menciptakan efek yang lebih dinamis dan ekspresif. Karya seni rupa kubisme yang menggunakan kombinasi bentuk abstrak antara lain lukisan “Woman with a Guitar” karya Georges Braque dan “Still Life with Chair Caning” karya Pablo Picasso.

Karya Seni Rupa Seniman
Woman with a Guitar Georges Braque
Still Life with Chair Caning Pablo Picasso

Dalam penggunaan kombinasi bentuk, seniman kubisme juga seringkali menggabungkan bentuk-bentuk yang berbeda dengan warna dan tekstur yang berbeda pula. Hal ini menciptakan efek 3 dimensi yang menarik dan memberikan keindahan estetik pada karya seni rupa kubisme.

Bentuk Geometris dalam Karya Seni Kubisme

Bentuk geometris menjadi elemen penting dalam karya seni rupa kubisme. Dalam kubisme, bentuk-bentuk dasar seperti persegi, segitiga, lingkaran, dan persegi panjang, digunakan sebagai dasar untuk membentuk karya seni yang unik dan menarik.

Salah satu contoh karya seni rupa kubisme yang menggunakan bentuk geometris adalah “Nature-morte aux pipe et aux pommes” karya Pablo Picasso yang menampilkan gabungan bentuk-bentuk geometris sederhana seperti lingkaran dan persegi panjang yang dikombinasikan dengan objek dunia nyata seperti pipa dan apel.

Selain memberikan keindahan visual, penggunaan bentuk geometris juga memberikan kesan abstraksi pada karya seni kubisme. Bentuk-bentuk yang disederhanakan dan dipotong menjadi bagian-bagian geometris memungkinkan seniman untuk menggambarkan objek atau benda dengan cara yang sama sekali baru dan orisinal.

Check Also

konsep 7x3

Meneladani Konsep 7×3, Parenting ala Ali Bin Abi Thalib

Konsep 7×3 atau parenting yang diterapkan oleh Ali Bin Abi Thalib saat ini menjadi salah …