GOWA — Pembangunan jembatan gantung di Desa Buakkang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, terus dikebut. Hingga Rabu (19/8/2026), progres pengerjaan jembatan yang melintasi Sungai Lambere telah mencapai 83 persen.

Pembangunan ini memperlihatkan keterlibatan aktif TNI dan masyarakat. Prajurit Yonzipur, Zibang, Yon TP, serta Babinsa Kodim 1409/Gowa bekerja bersama warga dalam menyelesaikan pengerjaan tahap V.

Aktivitas pembangunan berlangsung di tengah cuaca terik. Personel TNI dan warga tetap menjalankan pekerjaan sesuai tahapan dengan memperhatikan kualitas konstruksi serta keselamatan selama proses berlangsung.

Dandim 1409/Gowa Letkol Inf Gilang Nugraha Kresnadi memberikan apresiasi kepada seluruh personel dan masyarakat yang terlibat. Ia meminta mereka mempertahankan kerja sama hingga seluruh pekerjaan selesai.

“Kerja sama ini adalah bukti kekuatan kita bersama. Jembatan ini hadir untuk mempermudah hidup warga, membuka akses ekonomi, dan merajut persaudaraan,” kata Gilang.

Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut tidak hanya berorientasi pada penyelesaian infrastruktur. Proses pengerjaan juga memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat melalui kerja bersama di lapangan.

Bagi warga Desa Buakkang, jembatan gantung itu memiliki fungsi penting untuk menunjang mobilitas sehari-hari. Selama ini, akses penyeberangan menjadi salah satu kebutuhan warga dalam menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi.

Dengan capaian 83 persen, pengerjaan jembatan kini memasuki tahap akhir. Personel TNI bersama masyarakat masih menyelesaikan sejumlah bagian konstruksi sebelum jembatan dapat digunakan.

Pembangunan tersebut diharapkan memperlancar mobilitas warga, mendukung aktivitas ekonomi, serta membuka akses yang lebih mudah bagi masyarakat Desa Buakkang dan wilayah sekitarnya.

Keterlibatan TNI bersama masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pembangunan. Semangat kerja bersama itu terlihat dari setiap tahapan pengerjaan hingga jembatan gantung tersebut mendekati penyelesaian.

Wartawan: M. Ridwan, Editor: Azhari Lholo