JENEPONTO — Polres Jeneponto mengerahkan 192 personel gabungan untuk mengamankan pembukaan Turnamen Piala Gubernur Sulawesi Selatan 2026 Zona Selatan di Stadion Mini Turatea, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Senin (31/8/2026).

Kabag Ops Polres Jeneponto Kompol Saharuddin, S.H., M.H. memimpin langsung pengamanan pertandingan. Personel yang terlibat terdiri dari 92 anggota Polres Jeneponto, 30 personel Kodim 1425 Jeneponto, 30 personel Satpol PP, 30 personel Dinas Perhubungan, serta 10 tenaga medis dari Dinas Kesehatan.

Petugas mengamankan area dalam dan luar stadion sejak rangkaian pertandingan dimulai. Mereka melakukan sterilisasi lokasi, pemeriksaan penonton, pengawasan akses masuk dan keluar stadion, serta pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi pertandingan.

Kompol Saharuddin mengatakan pengamanan dipusatkan pada area stadion dan jalur kendaraan untuk mencegah gangguan selama pertandingan berlangsung.

“Secara umum kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar hingga selesai pukul 17.50 WITA,” ujar Saharuddin.

Laga pembuka mempertemukan Kabupaten Bantaeng melawan Kabupaten Takalar. Kedua tim harus berbagi angka setelah bermain imbang 0-0.

Pada pertandingan selanjutnya, tuan rumah Kabupaten Jeneponto menghadapi Kabupaten Gowa. Jeneponto berhasil meraih kemenangan 3-0 dalam pertandingan yang berlangsung mulai pukul 16.15 WITA.

Piala Gubernur Sulsel Cup 2026 berlangsung di empat zona wilayah. Kabupaten Jeneponto mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah Regional Selatan.

Turnamen tersebut merupakan program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk memperkuat pembinaan sepak bola daerah sekaligus menjaring potensi atlet muda dari berbagai kabupaten.

Polres Jeneponto akan melanjutkan pengamanan hingga seluruh pertandingan di Stadion Mini Turatea selesai. Personel gabungan tetap berkoordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, tenaga medis, dan instansi terkait selama turnamen berlangsung.

Pengamanan mencakup area pertandingan, akses penonton, lingkungan stadion, serta jalur lalu lintas. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga aktivitas pertandingan tetap terkendali tanpa mengganggu mobilitas masyarakat di sekitar lokasi.