GOWA — Kapolresta Gowa Kombes Pol. Dr. H. Muh Yusuf Usman, S.H., S.I.K., M.T., CIPA, menggelar Safari Subuh di Masjid Al Amri, Jalan Karaeng Loe Sero Raya, Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Selasa (1/9/2026).
Safari Subuh dimulai sekitar pukul 05.00 WITA dan diikuti pejabat utama (PJU) serta personel Polresta Gowa, pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cagora, pengurus masjid, dan jamaah.
Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi Yusuf Usman untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat setelah menjalankan tugas sebagai Kapolresta Gowa. Ia juga membangun komunikasi langsung dengan warga melalui kegiatan keagamaan.
Dalam kegiatan itu, Polresta Gowa menyerahkan wakaf Al-Qur’an kepada pengurus Masjid Al Amri. Kapolresta Gowa juga mengajak jamaah menjaga keamanan lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas.
Ia meminta masyarakat menyaring informasi sebelum menyebarkannya. Langkah tersebut penting untuk mencegah penyebaran berita bohong atau hoaks yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.
Safari Subuh berakhir sekitar pukul 06.10 WITA. Setelah itu, Kapolresta Gowa bersama PJU melanjutkan kegiatan dengan menemui pengurus dan kader HMI Cagora di kawasan Karaeng Loe Sero.

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara kepolisian dan mahasiswa untuk membahas perkembangan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polresta Gowa.
Yusuf Usman mendorong mahasiswa mengambil peran dalam menjaga keamanan wilayah serta menyampaikan aspirasi secara tertib. Ia juga membuka ruang komunikasi agar kepolisian dan organisasi mahasiswa dapat merespons berbagai dinamika sosial melalui koordinasi.
Pengurus HMI Cagora menyambut baik pertemuan tersebut. Mereka berharap komunikasi dan koordinasi dengan Polresta Gowa terus berjalan dalam berbagai kegiatan maupun pembahasan persoalan yang berkaitan dengan masyarakat.
Rangkaian silaturahmi berlangsung hingga sekitar pukul 07.27 WITA. Kegiatan berjalan aman dan tertib, kemudian ditutup dengan foto bersama.
Pertemuan tersebut mempertemukan dua unsur masyarakat dalam satu ruang dialog, yakni kepolisian sebagai penjaga keamanan dan mahasiswa sebagai kelompok yang aktif menyampaikan aspirasi publik.

