GOWA — Tim Siaga SAR Khusus Merah Putih memperketat pengamanan kegiatan pendakian dan pengibaran Bendera Merah Putih di Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Senin (17/8/2026). Operasi yang berlangsung 15–18 Agustus 2026 itu melibatkan 295 personel gabungan dari Basarnas, komunitas SAR, relawan, serta tenaga medis.
Petugas menempati delapan titik strategis, termasuk kawasan puncak dan Lembah Ramma. Penempatan tersebut memungkinkan tim merespons cepat pendaki yang mengalami kondisi darurat di tengah tingginya aktivitas pendakian.
Data pos siaga mencatat 3.786 pendaki telah melakukan registrasi hingga Senin sore. Jumlah itu tersebar pada empat jalur utama. Pos Registrasi Bulu Balea mencatat 2.033 pendaki, disusul Tassoso 1.081 orang, Kanreapia 422 orang, dan Lembanna 250 orang.
Lonjakan jumlah pendaki turut meningkatkan laporan gangguan kesehatan. Hingga sore, petugas mencatat 16 pendaki mengalami trouble. Keluhan yang dominan meliputi hipotermia akibat suhu dingin, cedera kaki, dan kelelahan fisik. Jumlah tersebut bertambah dari delapan pendaki yang dievakuasi dalam kondisi selamat ke Posko Registrasi Bulu Balea pada Senin pagi.
Tim SAR Gabungan masih melakukan evakuasi secara bertahap terhadap pendaki yang membutuhkan pertolongan. Petugas memberikan penanganan medis di posko darurat sebelum merujuk sejumlah pendaki ke fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Tinggi Moncong. Tim mempertahankan kesiapan jalur evakuasi karena kondisi fisik pendaki dapat menurun saat suhu semakin dingin menjelang malam.
Kepadatan di jalur pendakian membuat petugas meningkatkan pemantauan terhadap kelompok yang bergerak menuju kawasan puncak. Tim juga mengingatkan pendaki agar tidak terpisah dari rombongan, mengikuti arahan petugas, dan segera turun apabila kondisi cuaca atau fisik tidak memungkinkan melanjutkan perjalanan dengan aman dan terukur.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, meminta pendaki mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri mencapai puncak. Ia mengingatkan pendaki memantau kondisi tubuh, membawa perlengkapan pelindung dari dingin, serta segera beristirahat atau melapor kepada petugas ketika muncul gangguan kesehatan.
Basarnas Makassar memastikan personel tetap siaga hingga pengamanan berakhir pada 18 Agustus 2026. Petugas juga terus memantau pergerakan pendaki di setiap jalur untuk mengantisipasi kondisi darurat selama arus pendakian masih berlangsung.

