GOWA — Satlantas Polresta Gowa memperkuat kerja sama lintas sektor untuk menekan fatalitas kecelakaan lalu lintas. Langkah itu dilakukan melalui kunjungan Kasat Lantas Polresta Gowa AKP Hasan Fadhlyh, SH ke Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa dan Kantor Kecamatan Sombaopu, Senin (31/8/2026).
Kunjungan pertama berlangsung di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa sekitar pukul 09.30 WITA. AKP Hasan Fadhlyh bersama Ipda Syamsul, SH., MH., Aiptu Ahriansa, dan Bripda Rifky membahas penanganan korban kecelakaan lalu lintas bersama jajaran kesehatan.
Kedatangan rombongan diterima Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa Ari Syafardini, SE., M.Si. Kedua pihak menyepakati pembahasan kerja sama melalui forum group discussion (FGD) yang melibatkan sejumlah instansi terkait. Dinas Kesehatan juga akan berperan sebagai instruktur dalam pelatihan Penanganan Pertama Gawat Darurat (PPGD).
Agenda berlanjut sekitar pukul 10.00 WITA di Kantor Kecamatan Sombaopu. Rombongan Satlantas diterima Sekcam Sombaopu H.M. Zulfikar Hasanuddin, S.Kom. Pertemuan tersebut membahas pola kerja bersama dalam mempercepat penanganan korban kecelakaan serta meningkatkan kesiapan masyarakat dan unsur pemerintahan di tingkat kecamatan.
Program pelatihan nantinya menyasar staf kecamatan, lurah atau kepala desa, sekretaris desa, puskesmas, serta organisasi masyarakat dan kepemudaan. Pelaksanaan kegiatan direncanakan berlangsung di masing-masing kecamatan dengan melibatkan Satlantas dan puskesmas setempat.
Satlantas Polresta Gowa juga menggandeng lima pilar keselamatan berkendara dan instansi terkait, yakni Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum, Jasa Raharja, Satlantas, Bappeda, serta Dinas Kesehatan.
Kasat Lantas Polresta Gowa AKP Hasan Fadhlyh, SH mengatakan kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan penanganan awal korban kecelakaan sebelum mendapat pelayanan medis lanjutan.
“Dinas Kesehatan akan menjadi instruktur bersama Satlantas dan puskesmas. Peserta akan disiapkan pihak kecamatan dan kegiatan direncanakan berlangsung minggu depan,” kata Hasan.
Menurutnya, keterlibatan lintas sektor penting agar respons terhadap kecelakaan berjalan cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.
Melalui skema ini, setiap unsur diharapkan memahami peran saat kecelakaan terjadi. Satlantas menilai kesiapan pertolongan awal dapat membantu mengurangi risiko kondisi korban memburuk sebelum petugas medis memberikan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan terdekat sesuai kebutuhan di lapangan.

