GOWA — Basarnas Makassar mengerahkan 295 personel untuk mengawal aktivitas pendakian dan pengibaran Bendera Merah Putih di puncak Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar memberlakukan siaga khusus selama empat hari, 15–18 Agustus 2026. Siaga tersebut melibatkan personel Basarnas Makassar bersama komunitas SAR, organisasi kemanusiaan, relawan, tenaga medis, serta unsur terkait lainnya.

Tim SAR Gabungan menyebar di delapan titik pemantauan untuk memperkuat pengawasan terhadap pergerakan pendaki. Titik tersebut meliputi Posko Lembanna, Posko Aju Bulu Balea, Pos 5, Pos 7, Pos 8 jalur Lembanna, puncak Gunung Bawakaraeng, Lembah Ramma, dan jalur Tassoso.

Penempatan personel di sejumlah lokasi strategis memungkinkan petugas memantau kondisi jalur sekaligus merespons cepat apabila pendaki mengalami kendala atau membutuhkan pertolongan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan pengerahan personel fokus pada aspek keselamatan pendaki selama kegiatan berlangsung.

“Kami menempatkan personel di sejumlah titik untuk memastikan pendaki mendapatkan rasa aman selama berada di jalur. Ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, kami harus hadir dan memberikan respons secepat mungkin,” ujar Arif.

Selain melakukan pemantauan, personel SAR juga bersiap menghadapi berbagai kondisi darurat yang dapat muncul di jalur pendakian. Pos-pos pengawasan menjadi titik koordinasi bagi petugas dalam menerima informasi dan menentukan langkah penanganan.

Peningkatan aktivitas pendakian terjadi seiring tradisi masyarakat mengibarkan Merah Putih di kawasan pegunungan pada momentum peringatan kemerdekaan. Kondisi tersebut mendorong Basarnas memperkuat kesiapsiagaan agar kegiatan berlangsung dengan pengawasan yang terukur.

Basarnas Makassar juga mengingatkan pendaki untuk memperhatikan kondisi fisik, membawa perlengkapan sesuai kebutuhan, mengikuti jalur yang telah ditentukan, serta tidak mengabaikan arahan petugas di lapangan.

Pengamanan berlangsung hingga 18 Agustus 2026 untuk memastikan aktivitas pendakian dan pergerakan pendaki di kawasan Gunung Bawakaraeng mendapat dukungan pencarian dan pertolongan secara optimal.