GOWA — Tim SAR Gabungan mengevakuasi delapan pendaki yang mengalami gangguan kesehatan di jalur Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (17/8/2026). Evakuasi berlangsung sekitar pukul 06.30 WITA dan membawa seluruh pendaki ke Posko Registrasi Bulu Balea dalam kondisi selamat.

Petugas langsung mengarahkan para pendaki menjalani pemeriksaan setelah tiba di posko. Delapan pendaki tersebut mengalami gangguan kesehatan dengan kondisi berbeda, mulai dari hipotermia, asma, kram paha hingga gejala tifus.

Tim medis memberikan penanganan sesuai kondisi masing-masing pendaki. Sejumlah pendaki kemudian dirujuk ke Puskesmas Tinggi Moncong untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.

Data registrasi hingga H-2 mencatat 3.273 pendaki telah memasuki kawasan Gunung Bawakaraeng melalui empat jalur. Jalur Bulu Balea menjadi pintu masuk dengan jumlah pendaki terbanyak, yakni 1.681 orang.

Sebanyak 947 pendaki tercatat melalui jalur Tassoso, 422 orang melalui Kanreapia, dan 223 orang melalui Lembanna.

Lonjakan aktivitas pendakian terjadi bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kondisi itu membuat petugas meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan maupun keadaan darurat di sepanjang jalur.

Arif meminta pendaki memastikan kondisi fisik sebelum melanjutkan perjalanan. Ia juga mengingatkan pendaki membawa perlengkapan yang sesuai, menjaga stamina, serta segera berhenti apabila mengalami gangguan kesehatan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai semangat mengibarkan Merah Putih justru mengabaikan keselamatan diri,” tegasnya.

Basarnas Makassar memastikan personel tetap bersiaga hingga 18 Agustus 2026. Koordinasi dengan unsur terkait terus dilakukan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kondisi darurat.

Kesiapsiagaan tersebut juga bertujuan memastikan para pendaki dapat mengikuti momentum peringatan kemerdekaan dengan tetap memperhatikan keselamatan selama berada di kawasan Gunung Bawakaraeng.