GOWA— Polisi Cilik (Pocil) Polresta Gowa meraih peringkat IV dalam Lomba Pocil Zona 1 Polda Sulawesi Selatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kabupaten Maros, Kamis (3/9/2026).
Tim Pocil Polresta Gowa mengumpulkan nilai 724 poin. Hasil tersebut mengantarkan mereka melaju ke final lomba antarzona se-Sulawesi Selatan yang akan berlangsung di Makassar.
Sebanyak 31 peserta Pocil mewakili Polresta Gowa dalam perlombaan tersebut. Mereka berasal dari SDI Lambengi, SDI Mangalli, SDN Bontokamase, SDN Tetebatu, serta Madrasah Arifah.
Dalam penampilan, para peserta menunjukkan kemampuan Peraturan Baris-Berbaris (PBB), variasi barisan, koreografi, hingga seni. Kekompakan dan ketepatan gerakan menjadi bagian yang dinilai dalam kompetisi tersebut.
Capaian peringkat IV sekaligus membuat Pocil Polresta Gowa mengungguli peserta dari Polres Pangkep dan Polres Takalar. Prestasi itu menjadi tiket bagi tim untuk bersaing pada babak final tingkat Polda Sulsel.
Kasat Lantas Polresta Gowa AKP Hasan Fadhlyh mengatakan, capaian tersebut menunjukkan hasil latihan dan kerja sama antara peserta, pembina, sekolah, serta jajaran kepolisian.
“Pocil Polresta Gowa telah menunjukkan disiplin, kekompakan dan keberanian saat tampil. Peringkat IV ini menjadi modal untuk menghadapi final dan terus meningkatkan kemampuan,” kata Hasan.
Menurutnya, program Pocil tidak hanya berorientasi pada perlombaan. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana mengenalkan disiplin, budi pekerti, aturan lalu lintas, serta membangun kepercayaan diri anak sejak usia dini.
Sementara itu, Kapolresta Gowa Kombes Pol Yusuf Usman mengapresiasi perjuangan seluruh peserta dan pembina yang membawa nama Polresta Gowa hingga lolos ke final.
“Keberhasilan Pocil ini merupakan hasil dari proses latihan, kedisiplinan dan kekompakan. Kami mengapresiasi seluruh peserta dan pembina yang telah memberikan penampilan terbaik,” ujar Yusuf.
Polresta Gowa selanjutnya akan mempersiapkan tim menghadapi final antarzona. Pembinaan akan terus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan baris-berbaris, kekompakan, koreografi, serta pemahaman budaya tertib berlalu lintas.

